Deskripsikan Hewan dan Tumbuhan
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Makalah ini dibuat berdasarkan kondisi serta keadaan dalam kehidupan sekitar. Dimana telah kita ketahui bahwa zaman modern ini mahluk hidup khususnya manusia telah mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan alam. Akan tetapi, pada tahap pembelajarannya manusia selalu mendapatkan masalah dan perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang ditelitinya, dalam ini adalah meneliti asal usul kehidupan yang menjadi permasalahan dari sejak berabad-abad tahun yang lalu sampai sekarang. Karena pada umumnya biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang alam dan mahluk hidup yang ada disekitarnya. Oleh karena itu, melalu makalah ini penulis ingin menjelaskan dan menyampaikan beberapa pendapat tentang pendeskripsian beberapa hewan dan tumbuhan . Selain itu, makalah ini juga di harapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat luas terutama yang sedang dalam jenjang pendidikan.
Cicak
Hewan ini adalah hewan reptil yang biasa merayap di dinding atau pohon. Hewan ini berwarna abu-abu, tetapi ada pula yang berwarna coklat kehitam-hitaman. Hewan ini biasanya berukuran sekitar 10 centimeter. Hewan ini hampir sama dengan tokek dan sebangsanya tergolong ke dalam suku gekkonidae.
Hewan ini dapat merayap di dinding tanpa terpeleset karena memiliki ciri khusus berupa telapak kaki dengan sistem perekat. Sistem perekat ini di bangun oleh telapak kaki yang beralur pararel. Kemampuannya hewan ini adalah memutuskan ekornya, hal ini di lakukan hewan ini untuk melindungi diri dari musuhnya. Hewan ini memutuskan ekornya,kemudian ekor tersebut akan bergerak-gerak untuk mengalihkan perhatian musuh. Lalu untuk memperoleh makanan hewan ini mempunyai ciri khusus yaitu berupa lidah yang panjang dan lengket. Bentuk lidah ini di gunakan untuk menangkap mangsa berupa serangga yang terbang. Hewan ini hidup didarat dia mempunyai ekor, dia berwarna putih atau warna hitam, mempunyai kaki 4, hewan ini jika ada musuh di depannya hewan ini akan ,memutuskan ekornya. karena memutuskan ekornya, ekor tersebut akan bergerak-gerak untuk mengalihkan perhatian musuh,hewan ini memutuskan ekornya untuk melindungi dirinya dari musuh. Dengan mempunyai lidah yang panjang dan lengket hewan ini mampu menangkap mangsa berupa serangga yang terbang, hewan ini merayap di dinding tidak jatuh karena di telapak kaki terdapat perekat
Mahkota Dewa
Deskripsi Mahkota Dewa
Fisik tumbuhan mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) tidak terlalu tinggi. Tinggi maksimalnya berkisar 3 meter saja. Batang berkayu, bulat, permukaan kulit kasar, berwarna coklat, dan bergetah. Sistem percabangannya simpodial dengan arah cabang miring ke atas. Daun mahkota dewa tunggal dengan letak saling berhadapan, dan berwarna hijau tua. Bentuk daun lanset atau lonjong dengan ujung dan pangkal daun yang meruncing, tepi daun rata. Pertulangan daun menyirip dan permukaan daun licin. Panjang daun berkisar 7-10 cm dengan lebar 2-2,5 cm. Bunga mahkota dewa tunggal yang muncul di ketiak daun dan sepanjang batang. Tangkai bunga pendek sedangkan mahkota bunga berbentul tabung berukuran kecil, berwarna putih, dan harum. Bunga muncul sepanjang tahun. Buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) berbentuk bulat dengan diameter antara 3-5 cm. Saat muda berwarna hijau dan berubah merah saat telah masak. Daging buah berwarna putih, berserat, dan berair. Biji bulat, keras, dan berwarna cokelat. Tanaman yang tumbuh di ketinggian antara 10-1.200 meter dpl ini dapat diperbanyak dengan biji (generatif) dan cangkok.
Khasiat Mahkota Dewa
Hampir semua bagian tumbuhan mahkota dewa dipercaya memiliki khasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Namun yang kerap dipergunakan adalah daun, daging dan kulit buahnya. Daun mahkota dewa mengandung antihistamin, alkaloid, saponin, dan polifenol (lignan). Kulit buah mengandung alkaloid, saponin, dan flavonoid.
Dengan berbagai kandungan tersebut, mahkota dewa dipercaya ampuh untuk mengobati kanker, tumor, kencing manis (diabetes melitus), hepatitis, dan asam urat. Juga bermanfaat untuk mengatasi radang kulit, eksim, hingga jerawat.
Namun perlu diperhatikan bahwa biji mahkota dewa memiliki kandungan racun. Termasuk saat memakan buah segar secara langsung yang bisa menyebabkan bengkak di mulut, sariawan, mabuk, kejang, hingga pingsan.
analisa :
banyak masyarakat yang mengetahui cicak karena cicak lebih banyak di dinding rumah.
SUMBER : Referensi : Steven K. Blau (Jan. 2004), “Light as a Feather: Structural Elements Give Peacock Plumes Their Color”, Physics Today 57 (1), 18–20
Nama : Arum Askhariah (1DF01)
